Senin, 07 September 2015

Getting lost in the beauty of " Ciranjang, Garut " West Java.

Tersesat di keindahan Ciranjang, Garut, Jawa Barat.




Almost 6 hours of riding and when my sleepiness comes and make my eye always want to close, once I pulled up slowly, turn off the air conditioning, turn off the radio and opening the windows to let the cool breeze into the car, glancing at the clock in my right hands "four o'clock in the morning"  and slowly i pull my seat backrest let my body lay down and let my eyes closed and bring me in  a uncertain dream .

Sound of "Azzan" in early morning whispered slowly in my ears and signed to my eyes open, I glanced to the my round to observed the situation which I never know before, red color waterway seem in easter horizon.
I have to out of the car to stretch my muscle which nearly six hour with the monotonous motion and walked  to the "surau" nearest where the sources of Azzan sounded.

My freshness recover back soon together with my eyes which catching the detail situation around, stretch of  the rice fields, mountain, fresh air and the vehicles pass are still be counted by the fingers with the long interval.
Breathe fresh air with the sound of natural music from the small bird in the rice field make me to forget the time schedule which I have to reach for visit the project location 25 km from here, I don't care, I have to enjoy this situation and I feel happy to get lost in this beauty place.





menikmati suasana sepetertawa karena ketidaktahuanku akan pekerjaan mereka atau menganggap hal seperti ini sudah biasa dan mungkin aku bukan orang pertama yang tersesat seperti inrti ini sangatlah menyenangkan, semua orang bisa menyapa dengan bebas tanpa curiga dan mereka tidak merasa terganggu dengan kehadiranku, malahan menjadikan hiburan buat mereka, sebagian 
i.


















sejuknya hawa pegunungan membuat aku lupa waktu dan sengaja mengulur waktu untuk menikmati keindahan ini.


















jika tidak karena tugas, aku ingin berlama-lama ditempat ini,

Sabtu, 20 Juni 2015

Stasiun kereta api BINJAI

Kota Binjai,
Sebuah kota yang berbatasan langsung dengan kota Medan sehingga berkembanya kota Binjai tidak lepas dari berkembangnya ibu kota Sumatera Utara seperti juga pada jalan kolonial Belanda  ketika Binjai mulai dilirik oleh onderdeming sebagai perluasan dari daerah perkebunan yang merupakan andalan komoditas ekspor.
Kota Binjai dapat dicapai dengan transportasi darat kendaraan umum dan termasuk jalur yang cukup padat, angkot dari Medan ke Binjai hampir tidak pernah putus 24 jam belum lagi transportasi antar propinsi yang sudah pasti akan melewati kota Binjai.
Transportasi darat lainnya adalah kereta api yang  pernah jadi primadona angkutan komoditas perkebunan dan tambang dijaman kolonial dan memang dibuat sebagai jalur logistik oleh Belanda untuk mempermudah pengangkutan hasil bumi dari dan menju Medan. 
Salah satu yang menarik  untuk dilihat dari kota Binjai adalah bentuk bangunan stasiun kereta api, yang menurut sejarahnya dibangun sekitar tahun 1883 dan diresmikan pada tahun 1887, mengapa stasiun ini menarik (paling tidak ini menurut pendapat ku), mari kita lihat bentuknya,


dibagian luar stasiun nampak ciri khas sentuhan arsitekturnya masih dipertahankan dengan detail yang cukup indah.










sekarang marilah kita lihat dibagian dalamnya, masih bisa lihat bentuk aslinya walaupun ada sentuhan warna warni tetap tidak merubah keindahan bentuk lamanya.










beginilah bagianadari aktifitas stasiun Binjai, kecil tapi berfungsi baik, 
















 







sekarang kembali lagi keluar stasiun, ada apa saja.............. 


salah satu angkutan di kota Binjai,


Jatinegara selain di Jakarta ada juga di Binjai.................




 Teminal dalam kota persis bersebelahan dengan stasiun kereta api




beginilah sedikit gambaran suasana di dalam kota Binjai










ternyata budaya bersih dan rapih sudah ada di kota ini.


suasana disekitar alun-alun kota

Terima kasih sudah melihat stasiun kereta api Binjai lewat blog ini.