Menikmati cerahnya pagi di Bandung.
(the dancer,
the singer, the sportier, the laugher and the humbler are together enjoy it)
Minggu pagi,
Sejak sinar
merah fajar menghias dilatar belakang
perbukitan disekitar ciumbeluit, langkah kaki sudah menapak menyusuri
jalan setapak yang meliuk liuk mengikuti lekuk punggung bukit, seakan tidak mau
kalah dengan cepatnya sinar matahari mengeras muncul dari balik bukit, target
waktu seperti biasa menjadi kompromi langkah kaki, kadang cepat kadang lambat
semua disesuaikan dengan detak motorik jantung.
Menarik napas
adalah jalan terbaik untuk membersihkan rongga udara didalam paru-paru ketika
sepoi angin menyibak disela-sela bukit membawa kesegaran yang alami, peluh
bukan lagi menjadi halangan ketika waktu sudah menuju ke angka tujuh dan
langkah kaki segera mengarah menuruni jalan menurun melewati perkampungan
menekuni jalan kecil yang kadang menepi bila berpapasan dengan sepeda motor,
hampir semua orang dijalan ini menuju satu arah, yaitu jalan dago.
Minggu pagi di jalan dago memang menjadi
pusat berkumpulnya manusia yang bertempat disekitarnya atau mungkin juga
disebagian sisi kota menyempatkan diri berkumpul bersama menikmati bebasnya
jalan dago dari keramaian kendaraan bermesin.
Minggu pagi di
jalan dago adalah hari bebas kendaraan bermotor sehingga kebosanan dan
kejenuhan bisa ditumpahkan dijalan ini dengan berbagai macam gerakan,gaya
maupun nada.
Silahkan
membuktikannya.
Bila rasa malas hinggap dan rasa lelah menjadi kata yang kuat untuk tidak melangkahkan kaki menyusuri aspal maka banyak sekali yang bisa anda lakukan, menyaksikan kreativitas gratis disinilah tempatnya, seperti pagi ini, anak-anak muda memberikan keahliannya untuk dinimkati bersama
Dago street sunday morning always seem like a party on the street, you will always be looking for pleasure and delight in this street and if you lucky enough you'll also able to acquaintance new.
let's show together
Sang penari
not be separated
if the basics instincts appear in motion
all joints and gleaming moving rhythmically
composed the imagination of dancers
composed the imagination of models
composed the imagination of audiences
composed the imagination of singers
composed the between cavity imagination and replicated going
voice tone and rhythm of running to composed the form
if the basics instincts appear in motion
all joints and gleaming moving rhythmically
composed the imagination of dancers
composed the imagination of models
composed the imagination of audiences
composed the imagination of singers
composed the between cavity imagination and replicated going
voice tone and rhythm of running to composed the form
it would be separated
when the eyes interacts with the body graceful
composed to ward, twist, hop, glide low and stick out
search for the meaning of the most popular triangle corner
till the eyes and ears to grasp the meaning
composed to ward, twist, hop, glide low and stick out
search for the meaning of the most popular triangle corner
till the eyes and ears to grasp the meaning
don't separated
when the mystery of motion and face to be meaningful
beauty into the final shape of the imagination
lap joints and turns of arms and legs is an instinct
eyeball and scarf seduce seducing each other
the voice invite the dream come together
should
not be abandoned
hug, embrace
listened
filling it
Enjoy the dance is not completed if you not enjoy the singer and the model,
here everything will be expressed for the people those who came in this road on sunday morning,
bukan berlebihan untuk bercerita tentang suasana minggu pagi dijalan ini, memadukan suka cita dalam keringat setelah berjalan kaki atau bersepeda dipadukan dengan lantun suara sinden yang membuat sang penari bertambah genit untuk menunjukan lekuk gemulai pergelangan tangan, lincahnya kaki, luwesnya pinggul yang dipadu ramu dengan gerakan getar pundak sehingga akan tanpa jeda dan segera naluri mengikuti gerakannya ataupun senandung yang berkeliaran diantara telinga-telinga penonton.
jangan pernah takut dengan sinar matahari, semakin dia meninggi dan semakin hangat suasana di jalan ini dan semakin berwarna sekeliling kita, tidak ada batasan umur, tidak ada batasan gender dan ras apalagi bangsa dan negara, yang ada adalah batasan waktu saja, sebab jalan ini akan dibuka kembali untuk kendaraan roda empat setelah waktu menunjukan pukul dua belas siang, oleh karena itu jangan sia-siakan sisa waktumu di jalan ini, nikmatilah
ini belum semua dapat digambarkam bagaimana suasana kemeriahan yang ada, sebab akan menjadi membosankan, sebaiknya anda sendiri dapat menyaksikan bagimana dan seperti apa di jalan ini setiap minggu pagi lalu anda pasti akan percaya mengapa kota ini dijuluki "paris van java"
so what are you waiting for, let's plan to Bandung and find the morning in jalan dago, you are invited and i'll be there too.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar